MAKALAH
POTENSI
DAN PEMBANGUNAN PROVINSI BANTEN
Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan
Dosen Pengampu:
Agus Gunawan, S.Akun.,M.E
Disusun
Oleh :
|
Ilah
Siti Solehah
|
:
123118928
|
|
Sandha
Kusuma Dewi
|
:
223118942
|
|
Muhidin
|
: 213118923
|
|
Neneng
Desi Prawati
|
:
2232191063
|
|
Jumaenah
Cahya Ningsih
|
:
2232191064
|
|
Riska
Indriyani
|
:
2232191083
|
|
Amalil
Wahid
|
:
213118912
|
SEKOLAH
TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) DWIMULYA
SERANG
BANTEN
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah
kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan nikmat,
taufik serta hidayah-Nya yang sangat besar sehingga kami pada akhirnya bisa
menyelesaikan tugas Makalah dengan judul “Potensi Dan Pembangunan
Provinsi Banten” tepat pada waktunya.
Semoga tugas makalah yang
telah kami susun ini turut memperkaya khazanah ilmu Ekonomi Pembangunan serta
bisa menambah pengetahuan dan pengalaman para pembaca.
Selayaknya kalimat yang
menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. Kami juga menyadari bahwa tugas
Makalah ini juga masih memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu kami
mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca sekalian demi penyusunan tugas
Makalah dengan tema serupa yang lebih baik lagi.
Serang, Oktober 2019
Tim
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Profil Provinsi Banten 1
1.2 Rumusan Masalah 4
BAB II PEMBAHASAN 5
2.1 Pengertian Potensi 5
2.1.1 Potensi Bisnis di Provinsi Banten 5
2.1.1.1 Potensi Pertanian 5
2.1.1.2 Potensi Peternakan 6
2.1.1.3 Potensi Kelautan dan Perikanan 6
2.1.1.4 Potensi Pertambangan Banten 7
2.2 Pengertian Pembangunan 7
2.2.1 Prioritaskan Delapan Program
Pembangunan 2019 9
BAB III PENUTUP 17
3.1 Kesimpulan 17
3.2 Saran 17
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Profil Provinsi Banten
Provinsi
Banten adalah salah satu daerah pemekaran yang dulu termasuk dalam wilayah
Karesidenan Banten Provinsi Jawa Barat dan terbentuk melalui Undang-undang No.
23 Tahun 2000. Pada awalnya, Provinsi Banten terdiri dari empat kabupaten yaitu
Kabupaten Pandeglang, Lebak, Tangerang, Serang dan dua kota yaitu Kota Tangerang,
Kota Cilegon dan Kota tangerang Selatan. Dalam
perkembangannya terjadi pemekaran wilayah, Kabupaten Serang menjadi Kabupaten
Serang dan Kota Serang. Selanjutnya, Kabupaten Tangerang dimekarkan menjadi
Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Sehingga, Provinsi Banten saat
ini terdiri dari empat kabupaten dan empat kota.
Secara
geografis, Provinsi Banten terletak di ujung barat Pulau Jawa dan berjarak
sekitar 90 km dari DKI Jakarta serta memiliki luas sebesar 9.662,92 km2 atau
sekitar 0,51 persen dari luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wilayahnya, berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat di
sebelah timur, Laut Jawa di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah selatan,
dan Selat Sunda di sebelah barat. Dengan demikian, Provinsi Banten mempunyai
posisi yang strategis yaitu sebagai jalur penghubung darat antara Pulau Jawa
dan Pulau Sumatera.
Sebagian
wilayahnya pun yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang
Selatan menjadi hinterland bagi Provinsi DKI Jakarta.
Secara
geografis, wilayah Provinsi Banten terletak pada 5 07’50” – 7 01’1” Lintang
Selatan dan 105 01’11” – 106 07’12” Bujur Timur.
Provinsi
Banten terdiri dari 8 wilayah yang terdiri dari 4 kabupaten serta 4 kota yang
masing-masing mempunyai karakteristik sendiri, yaitu :
a. Kabupaten Lebak;
b. Kabupaten Pandeglang;
c. Kabupaten Serang;
d. Kabupaten Tangerang;
e. Kota Cilegon;
f. Kota Tangerang;
g. Kota Serang;
Gambar
1:
Persentase Luas Daerah
Kabupaten/Kota di Provinsi Banten
Sumber : BPS Provinsi Banten
Wilayah
Provinsi Banten yang memiliki bentang alam mulai dari puncak gunung sampai laut
memiliki sumberdaya alam cukup besar berupa lingkungan darat, laut dan
pulau-pulau kecil. Luas total wilayah Provinsi Banten 17.342,92 km² yang
terdiri atas:
a. wilayah darat (4 kabupaten dan 4
kota) seluas 9.662,92 km²;
b. wilayah laut sejauh 12 mil, seluas
± 7.680 km² yang diukur dari garis pantai tegak lurus ke arah laut lepas;
c. perairan kepulauan (dengan asumsi
panjang pantai Provinsi Banten 400 km dan 1 mil laut = 1,6 km).
Gambar 2
Peta Provinsi Banten
Adapun batas wilayah adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara dibatasi oleh Laut
Jawa;
b. Sebelah Timur dibatasi oleh
Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat;
c. Sebelah Selatan dibatasi oleh
Samudera Hindia;
d. Sebelah Barat dibatasi oleh Selat
Sunda.
1.2 Rumusan Masalah
a.
Mengetahui potensi ekonomi di
wilayah Banten
b.
Mengetahui perkembangan
pembangunan ekonomi di wilayah Banten
c.
Serta mengetahui program
pembangunan provinsi Banten
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Potensi
Secara umum pengertian potensi adalah
sebuah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang sangat mungkin untuk
dikembangkan, sehingga pada intinya potensi sendiri berarti suatu kemampuan
yang masih bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi.
Salah satu pakar yang mencoba
mendeskripsikan kata potensi adalah Wiyono. Menurutnya potensi memiliki arti
kemampuan dasar dari seseorang yang masih terpendam dan menunggu untuk
dimunculkan menjadi kekuatan yang nyata. Dari pendapat Wiyono tersebut potensi
dapat diartikan sebagai kemampuan yang masih terpendam dan siap untuk
diwujudkan dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia itu sendiri.
Sementara menurut Majdi potensi adalah kemampuan yang masih bisa di kembangkan
lebih baik lagi, secara sederhana potensi merupakan kemampuan terpendam yang
masih perlu untuk dikembangkan.
2.1.1 Potensi Bisnis di Provinsi Banten
Sejak tahun 2002 silam, tingkat
produksi pertanian di daerah banten mengalami peningkatan yang cukup positif,
meskipun kecenderungannya masih terbilang lamban. Seperti pada tahun 2005,
potensi pertanian banten mulai berkembang
menjadi 364.721 ha dan 1.812.495 ton dengan tingkat produksi
perhektar sekitar 49,6 ton/ha.
Beberapa hewan ternak yang dapat
dibudidayakan masyarakat banten antara lain sapi potong, sapi perah, kerbau,
kambing, domba, unggas dan lain sebagainya. Secara keseluruhan, jumlah
keseluruhan populasi ternak yang dibududayakan masyarakat terus mengalami
peningkatan dari tahun 2002-2004 dengan rata-rata laju pertumbuhan jumlah dan
jenis populasi sebesar 24,97% per tahun.
Sedangkan untuk populasi unggas, jumlahnya mengalami laju pertumbuhan sekitas
16,70% pada tahun 2002-2005.
Provinsi banten merupakan wilayah
yang sangat strategis, dengan luas wilayah sekitar 8.800,83 km² dan garis
pantai 517,42 km. Banten memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan
yang cukup besar, letaknya yang berbatasan dengan ibu kota Negara dan juga
sebagai jembatan gerbang pulau jawa dan Sumatra, menjadikan banten sebagai
daerah yang paling strategis di sector kelautan dan perikanan di wilayah
Indonesia. Beberapa potendi kelautan dan perikanan yang cukup menonjol antara
lain potensi ikan tangkap, budidaya
ikan air tawar, terumbu karang, rumput laut, karang hijau,
objek wisata pantai, dan lain sebagainya.
Potensi pertambangan banten terdapat
di wilayah pandeglang bagian selatan dengan hasil tambang berupa emas, perak, titanium,
pasir besi, minyak bumi dan galian C, sedangkan untuk potensi batubara banyak
ditemukan di daerah Bayah, Bojong Manik, dan Cimandiri. Selain itu, ditemukan
pula kandungan minyak bumi di wilayah kabupaten Pandeglang dan Lebak, serta
pasir besi yang saat ini mulai dikembangkan oleh pemerintah setempat.
Ada banyak sekali pendapat para
pakar mengenai definisi pembangunan. Beberapa di antara pendapat tesebut yaitu
:
1. Mohammad Ali
Menurut Mohamma Ali, pembangunan merupakan setiap upaya yang
dikerjakan secara terencana untuk melaksanakan perubahan yang memiliki tujuan
utama untuk memperbaiki dan menaikkan taraf hidup, kesejahteraan, dan kualitas
manusia.
2. Seers
Menurut Seers, pembangunan dapat dipastikan sebagai sebuah
istilah teknis, yaitu seni dalam membangkitkan masyarakat di berbagai negara
berkembang dari kemiskinan, tingkat melek huruf yang rendah,
tingginya angka pengangguran, dan ketidakadilan dalam bidang sosial.
3. Inayatullah
Menurut Inayatullah, pembangunan merupakan kegiatan
perubahan menuju ke pola-pola masyarakat yang lebih baik dengan mengedepankan
nilai-nilai kemanusiaan yang dapat membuat sekelompok masyarakat memiliki
kendali yang lebih besar terhadap kondisi lingkungan dan juga tujuan
politiknya, serta membuat warganya menjadi lebih memiliki kontrol terhadap
kehidupan diri sendiri.
4. Rogers dan Shoemaker
Menurut Rogers dan Shoemaker, pengertian pembangunan adalah
suatu jenis perubahan sosial, yang mana terdapat berbagai ide baru yang
diperkenalkan di sebuah sistem sosial yang bertujuan agar bisa menghasilkan
pendapatan per kapita dan level kehidupan yang lebih baik dengan menggunakan
metode produksi yang lebih canggih dan organisasi sosial yang lebih terarah.
5. Drs. Joko Untoro
Menurut Drs. Joko Untoro, pembangunan merupakan pertumbuhan
ekonomi yang diikuti oleh perubahan di dalam struktur ekonomi dan pola kegiatan
ekonomi ataupun upaya menaikkan pendapatan per kapita.
6. Benny H. Hoed
Menurut Benny H. Hoed, pembangunan dapat diartikan setiap
upaya sistematis yang dilaksanakan untuk melepaskan diri dari ketertinggalan,
dan upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki kesejahteraan
masyarakat.
7. Dissaynake
Menurut Dissaynake, pembangunan sebagai sebuah proses menuju
perubahan sosial yang mengarah ke kualitas hidup yang lebih baik dari seluruh
ataupun mayoritas masyarakat tanpa merusak lingkungan ataupun budaya/kultur
lingkungan mereka dan berusaha melibatkan sebanyak mungkin anggota masyarakat
dalam usaha ini, serta membuat mereka menjadi penentu untuk tujuan mereka
sendiri.
Serang (Antara News Banten) -
Pemerintah Provinsi Banten merancang delapan program prioritas bidang
pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2019 diantaranya infrastruktur,
pendidikan, kesehatan, pariwisata dan pangan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Banten Hudaya di Serang, Selasa mengatakan, usulan awal dalam
pra musyawarah perencanaan pembangunan rencana kerja pemerintah daerah (Pra
Musrenbang RKPD) Proviinsi Banten Tahun 2019, ada sekitar 127 program usulan
yang masuk untuk delapan prioritas pembangunan. Delapan prioritas pembangunan
Provinsi Banten Tahun 2019 tersebut diantaranya :
1. Bidang infrastruktur
Pemerintah provinsi Banten menganggarkan sekitar Rp1,17
triliun dalam RAPBD Banten 2019 untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan
dan jembatan yang menjadi kewenangan Provinsi Banten. "Masih ada sekitar
75,78 kilometer jalan provinsi yang harus dibangun," kata Gubernur Banten
Wahidin Halim usai menyampaikan nota pengantar Raperda APBD Banten 2019 di DPRD
Banten di Serang, Selasa.
2. Bidang Pendidikan
Masuk sebagai bidang yang menjadi fokus dan menjadi program
prioritas Pemprov Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar
Forum Rencana Kerja di Badan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi
Banten di Pandeglang, Kamis (22/2).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih,
mengingatkan kepada pelaku pendidikan akan pentingnya peran guru dalam
keberadaan suatu bangsa. Untuk itu, diperlukan dedikasi yang tinggi dalam menjalankannya.
“Bapak ibu sekalian, ketika masa perang dunia ke II berkecamuk, dan
Hirosima-Nagasaki hancur lebur oleh bom atom sekutu pada tahun 1945, pertanyaan
yang terlontar dari kaisar Hirohito pada waktu itu adalah, berapa orang jumlah
guru yang tersisa?,” ujar Engkos mengingatkan pentingnya peran guru. Menguatkan
apa yang disampaikan oleh Kadindik tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi
Banten, Ranta Suharta kembali
mengingatkan bahwa pemerintah provinsi tengah serius
membangun pendidikan di Banten. Hal ini terbukti dari besarnya dana yang
dianggarkan oleh pemerintah untuk pendidikan, melebihi anggaran untuk
infrastruktur di Banten. “Kurang lebih 6.100 guru, minus honor. Ini bukan hal
yang mudah dalam menganggarkan. Dan Tahun 2018 ini kita menganggarkan 1,8
triliun untuk pendidikan, lebih besar dari anggaran infrastruktur yang hanya
1,4 triliun,” ungkap Sekda. Menurut Sekda, berbicara masalah pendidikan SMA/
SMK, bukan berarti yang lain tidak penting. Tetapi hal tersebut memang menjadi
tanggung jawab yang besar saat ini, setelah adanya undang undang yang
memberikan pendelegasian kewenangan dari Kabupaten/ Kota ke Provinsi mengenai
pendidikan menengah SMA dan SMK. Untuk
itu, pada Forum Renja Dindik 2019 ini Sekda kembali mengajak kepada para guru
yang hadir,agar sama sama menyatukan visi dalam membangun pendidikan di Banten
yang lebih baik.“Mari kita samakan visi dan misi untuk menuju pendidikan Banten
lebih baik yang menjadi program prioritas dari pak Gubernur,” cetus Ranta.
3. Kesehatan
Pemprov mengalokasikan anggaran kesehatan gratis senilai
Rp150 miliar dan pada APBD Perubahan 2019 direncanakan senilai Rp 60 miliar,”
kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas
Kesehatan Provinsi Banten, dr Ariani Sugiarti, di Serang,
Jumat (9/8)
4. Pangan
Pengadaan lahan untuk pembangunan pusat distribusi pangan
(PDP) Provinsi Banten di Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang yang
ditargetkan rampung pada 2018 belum bisa direalisasikan. Pengadaan lahan
sekitar 10,33 hektare tersebut, akan dilanjutkan pada 2019. “Sebenarnya tinggal
proses tahapan akhir proses pembebasan lahan. Namun, karena waktunya terlalu
mepet, jadi kemungkinan akan diluncurkan pada 2019 mendatang,” kata Kepala
Dinas Perindustrian dan Pendagangan (Disperindag) Banten, Babar Suharso. Anggaran
yang sudah disiapkan untuk pembebasan lahan tersebut, mencapai Rp 68 miliar.
Namun, anggaran tersebut, belum terserap, karena pengadaan lahannya belum
terealisasi. “Memang agak terlambat untuk tahap tiga dan tahap empat ini,
karena penetapan lokasinya sudah keluar,” ujarnya.
5. Pariwisata
6. Sosial
Anggaran yang yang diusulkan pada APBD 2020, masih sama
dengan anggaran 2019, yaitu senilai Rp1.750.00 untuk masing-masing keluarga
penerima manfaat atau rumah tangga sasaran. Adapun jumlah keluarga penerima
manfaat pada tahun 2020 direncanakan sebanyak 50.000 keluarga atau sama dengan
jumlah
penerima bantuan tahun 2019. Sehingga total bantuan untuk
keluarga yang akan dialokasikan Pemprov Banten pada 2020 senilai Rp 87 miliar.
7. Bidang Ekonomi
Serang - Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran
sekitar Rp 432 miliar dalam APBD Banten 2019 untuk bantuan keuangan bagi
pemerintah kabupaten/kota, partai politik dan pemerintahan desa. Kepala Bidang
Perbendaharaan dan Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah (BPKAD)
Provinsi Banten Agus Setiadi di Serang, Jumat (3/5), mengatakan pemberian
bantuan di Tahun Anggaran (TA) 2019 bersifat umum dan bersifat khusus. Bantuan
yang bersifat umum digunakan untuk mengatasi kesenjangan fiskal.
8. Penataan kawasan Banten Lama
Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan anggaran sebesar Rp
220 milyar untuk proyek revitalisasi kawasan wisata bersejarah Banten Lama di
Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan
alokasi anggaran Rp 220 miliar dilakukan secara bertahap selama tiga tahun
anggaran. "Dimulai dari ABBD 2018 ini," ujar Wahidin, Rabu 7 November
2018. Anggaran tersebut, Wahidin menjelaskan, untuk menata Kawasan Wisata
Ziarah Mesjid Agung Banten Lama di Desa Banten, perbaikan jalan utama dari
pusat kota ke Banten Lama, hingga jalan-jalan kecil di
sekitar kawasan cagar budaya itu. "Penganggaran akan
dilakukan mulai pada APBD Banten 2018 sebanyak Rp 100 miliar," kata
Wahidin.
Dari delapan (8) program pembangunan
yang di prioritaskan untuk provinsi Banten, Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya berkata ''Usulan awal program
prioritas itu masuk dalam 1.034 kegiatan dengan nilai anggaran mencapai Rp 8,27
triliun untuk Tahun 2019. Namun setelah kita evaluasi nilainya turun menjadi
sekitar Rp 5,4 triliun dengan 907 kegiatan,"kata Hudaya pada Musrenbang
RKPD Provinsi Banten Tahun 2019 yang dibukan Gubernur Banten Wahidin Halim.
Menurutnya, usulan program RKPD
Tahun 2019 akan ditetapkan pada Mei 2018 dan diharapkan semua pihak bisa
mengawal usulan program prioritas Provinsi Banten Tahun 2019 tersebut agar bisa
dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan
masyarakat Banten. “Kemungkinan kesanggupan anggaran yang dimilki untuk
menjalankan program dan kegiatan itu dalam bentuk belanja langsung sekitar Rp 4,3
triliun. Ujung-ujungnya kemungkinan sekitar Rp 4,7 sampai Rp 4,8
triliun,"kata Hudaya.
Gubernur Banten Wahidin Halim
mengatakan, program prioritas yang akan dilalksanakan pada 2019 di Provinsi
Banten terutama program yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah daerah (RPJMD) 2017-2022, diantaranya persoalan
infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan juga ekonomi dan
pariwisata. Bidang infrastrur tersebut diantaranya yang mendukung terhadap
pembangunan pertanian, pariwisata, pendidikan dan lainnya. ''Prioritasnya kita
selesaikan program sesuai RPJMD yang sudah kita sepakati bersama,"kata
Wahidin.
Wahidin juga mengatakan, perencanaan
yang telah disusun dari pemerintahan di tingkat desa hingga pemerintah provinsi
terkadang tidak terealisasi dengan baik. Hal itu disebabkan kurangnya dukungan
angggaran yang dimiliki pemeirntah daerah atau terdegradasi karena anggaran
yang terbatas. Untuk itu, Gubernur Banten menyampaikan perlu energi bersama
untuk mengawal setiap perencanaan yang telah disusun. Dengan demikian kebijakan
yang dibuat, didasarkan kepada perencanaan yang matang dan berasal dari tingkat
paling bawah.
Ia mengatakan, terdapat beberapa
sektor penting yang masih mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sektor penting
tersebut diantaranya persoalan kemiskinan, pelayanan kesehatan pendidikan,
infrastruktur dan pariwisata.
Sekertaris Daerah Provinsi Banten
Ranta Soeharta mengatakan, Musrenbang merupakan tahapan perencanaan
partisipasif pembangunan. Pemeritnah daerah berharap adanya masukan dan saran
dari ''stakeholder'' di Banten dalam merumuskan kebijakan yang akan diambil.
''Melalui kegiatan ini akan dihasilkan kesepakatan bersama tentang isu
strategis untuk pembangunan tahun 2019. Dengan demikian
pemerintah akan mampu menjadikan skala prioritas pembangunan
yang bisa dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang,"kata Ranta.
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari berbagai ulasan yang telah
dijelaskan pada pembahasan, dapat disimpulkan bahwa daerah Provinsi Banten
memiliki banyak potensi pada berbagai sector baik di sector infrastruktur,
pendidikan, kesehatan, pariwisata dan pangan. Hal ini membuktikan bahwa daerah Provinsi
Banten tidak kalah saing dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
3.2 Saran
Sesuai dengan judul makalah ini,
saya berharap semoga potensi dan Pembangunan daerah Provinsi Banten dapat
digali dan dikelola serta berkembang dengan sebaik mungkin sehingga daerah ini dapat
lebih maju dan berkembang serta potensi-potensi yang ada dapat dimanfaatkan
sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Provinsi Banten itu sendiri. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.bantennews.co.id/soal-pembangunan-di-banten-wh-klaim-tak-mau-kalah-dengan-provinsi-lain/
Komentar
Posting Komentar